EFEKTIFITAS BLADDER TRAINING DAN KEGEL’S EXERCISE TERHADAP KEMAMPUAN WAKTU PULIH BERKEMIH PADA PASIEN KATETERISASI POST-OPERASI LAPARATOMY

Penulis

  • Novi Sulistyoningsih Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang Author
  • Retno Setyawati Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang Author
  • Ahmad Ikhlasul Amal Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.18752866

Kata Kunci:

Laparatomi, Bladder Training, Kegel’s Exercise, Waktu Pulih Berkemih

Abstrak

Sebagian besar pasien pasca operasi laparatomi dilakukan pemasangan kateterisasi. Anestesi saat pembedahan dapat mengintervensi saraf otonom sehingga menyebabkan atonia kandung kemih, sedangkan kateterisasi menyebabkan atrofi dan penurunan tonus otot kandung kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bladder training dan kegel's exercise terhadap kemampuan waktu pulih berkemih. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan rancangan post test only with control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 32 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 16 responden kelompok intervensi dan 16 responden kelompok kontrol. Analisis menggunakan uji independent t test menunjukkan nilai p value 0,0001 (p < 0.05), yang berarti terdapat efektivitas bladder training dan kegel's exercise terhadap kemampuan waktu pulih berkemih pada pasien kateterisasi pasca operasi laparatomi di RSUD dr. H. Soewondo Kabupaten Kendal. Rerata waktu pulih berkemih pada kelompok intervensi adalah 4,88 jam, sedangkan kelompok kontrol adalah 2,90 jam. Penelitian ini dapat dijadikan referensi dan tinjauan terapi alternatif pemulihan kandung kemih.

Referensi

Artinawati, E. (2014). Latihan Kegel’s Terhadap Kejadian Retensi Urine Pada Pasien Post Laparatomy Dengan Kateterisasi Urin di RSUD Tugurejo Semarang.

Bayhakki. (2017). Dampak Bladder Training Menggunakan Modifikasi Cara Kozier Pada Pasien Pasca Bedah Ortopedi yang Terpasang Kateter Urine di Ruang Rawat Bedah RSCM Jakarta.

Buyukyilmaz, F., & Savas, A. (2019). The Effects of Bladder Training on Postoperative Urinary Retention in Patients Undergoing Hysterectomy. Journal of Clinical and Experimental Investigations, 10(1), 1-6.

Keita, H., et al. (2012). Factors predicting postoperative urinary retention and incontinence after cesarean delivery. Journal of Anesthesia & Clinical Research, 3(6), 1-5.

Kasmad, & Fatimah, S. (2015). Pengaruh Bladder Training Terhadap Pengosongan Kandung Kemih pada Pasien Post Kateterisasi di Ruang Bedah RSUD Haji Adam Malik Medan. Jurnal Ilmu Keperawatan, 4(1).

Prasetyo, H., et al. (2023). Efektivitas Bladder Training terhadap Retensi Urine pada Pasien Post-Operasi Laparatomy. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 12(2), 1-8.

Simsek, M. (2016). The Effect of Gender on Postoperative Urinary Retention. Anesthesia and Analgesia, 123(2), 524-529.

Subandi. (2021). Laparatomi: Prosedur Pembedahan dan Perawatannya. Jakarta: EGC.

Suharyanto. (2008). Asuhan Keperawatan Pasien dengan Gangguan Sistem Perkemihan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sutiono. (2021). Kasus Bedah di Indonesia. Jakarta: Medika.

Susanti, R. (2021). Laparatomi: Insisi dan Perawatan Luka. Jakarta: EGC.

Tefnai, M. (2019). Pembedahan Laparatomi: Konsep Dasar dan Praktik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Waicang, J. (2022). The Effect of Catheterization on Bladder Function. Jurnal Kesehatan dan Medika, 1(1), 22-29.

Wiyono, D. (2016). Efektifitas Bladder Training Terhadap Retensi Urine Pada Pasien Post Operasi BPH. Skripsi. Sragen: STIKES Kusuma Husada.

Diterbitkan

2025-09-30

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

EFEKTIFITAS BLADDER TRAINING DAN KEGEL’S EXERCISE TERHADAP KEMAMPUAN WAKTU PULIH BERKEMIH PADA PASIEN KATETERISASI POST-OPERASI LAPARATOMY. (2025). Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kesehatan, 2(3), 41-46. https://doi.org/10.5281/zenodo.18752866

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama