PENGARUH SLIMBER ICE TERHADAP INTENSITAS RASA HAUS DAN JUMLAH ASUPAN CAIRAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENJALANI HEMODIALISA
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.18752762Keywords:
Penyakit Ginjal Kronis, Hemodialisis, Rasa Haus, Asupan Cairan, Slimber IceAbstract
Penelitian ini mengevaluasi pengaruh intervensi non-farmakologis slimber ice terhadap tingkat rasa haus dan jumlah cairan yang dikonsumsi pasien penderita Penyakit Ginjal Kronis (CKD) yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian menggunakan pendekatan pra-eksperimental dengan metode satu kelompok pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 18 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intensitas rasa haus diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sementara asupan cairan diukur dengan lembar observasi. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon dan uji t berpasangan ( paired t-test) dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasilnya menunjukkan penurunan signifikan pada nilai rata-rata VAS sebesar 4,611 poin setelah intervensi, dengan nilai p 0,000 (p < 0,05). Demikian pula, rata-rata asupan cairan berkurang sebanyak 784,44 ml, menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa slimber ice efektif dalam mengurangi rasa haus dan asupan cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Intervensi ini merupakan alternatif yang praktis, ekonomis, dan mudah diaplikasikan di unit hemodialisis.
References
Arfany, N. W., Armiyati, Y., & Kusuma, M. B. (2014). Efektifitas Mengunyah Permen Karet Rendah Gula dan Mengulum Es Batu Terhadap Penurunan Rasa Haus pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Tugurejo Semarang.
Armiyati, K., Khoiriyah , K., & Mustofa, A. (2019). Optimization of Thirst Management on CKD Patients Undergoing Hemodialysis by Sipping Ice Cube. Media Keperawatan Indonesia, 2-38. doi:https://doi.org/10.26714/mki.2.1.2019.38-48
Dewi, R., & Mustofa , A. (2021). Penurunan Intensitas Rasa Haus Pasien Penyakit Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Dengan Menghisap Es Batu. Ners Muda, 2, 17-23. doi:https://doi.org/10.26714/nm.v2i2.7154.
Idzharrusman, M., & Budhiana, J. (2022). Hubungan Dukungan Keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di RSUD Sekarwangi. Jurnal Keperawatan BSI, 1, 61-69.
Kasnah, U. N., Saelan, & Anam, M. (2023). Penerapan Menghisap Slimber Ice untuk Mengurangi Rasa Haus pada Pasien CKD yang Menjalani Hemodialisa. Jurnal Kesehatan, 43.
Mardiani, Dahrizal, & Maksuk. (2022). Efektivitas Manajemen kelebihan cairan terhadap status hidrasi pasien chronic disease di rumah sakit. Journal of Health and Cardiovascular Nursing, 2. doi:http://doi.org/10.36082/jhcnv2i1.353
Pratama, A. S., Pragholapati, A., & Nurrohman, I. (2020). Mekanisme Koping pada Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di Unit Hemodialisa di RSUD Bandung. Smart Keperawatan, 1, 7. doi:https://doi.org/10/34310/jskp.v7i1.318
Rahayu, F. A., & Sukraeny, N. (2021, Juli). Penurunan Rasa Haus Pada Kasus Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Dengan Sipping Ice Cube Therapy. Holistic Nursing Care Approach, 1. doi:https://doi.org/10.26714/hnca.v1i2.10990
Smeltzer, C. S., & Bare, B. G. (2017). Buku Ajaran Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC. doi:http://dio.org/10.1037/1524-9220.4.1.3
Uliyah, M. (2022). Modul Kuliah Keperawatan Dasar 1. Surabaya: UMS.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



















