HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KEPATUHAN PERAWAT TERHADAP PEMASANGAN ATRIBUT RISIKO JATUH DI RUANG RAWAT INAP SHAFA RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.19252102Keywords:
Beban Kerja, Kepatuhan Perawat, Risiko Jatuh, Keselamatan PasienAbstract
Keselamatan pasien merupakan indikator utama mutu pelayanan kesehatan. Salah satu insiden keselamatan yang sering terjadi adalah pasien jatuh, yang dapat mengakibatkan cedera serius hingga kematian. Tingginya beban kerja perawat sering kali diduga sebagai faktor utama yang memicu ketidakpatuhan terhadap standar prosedur operasional, khususnya dalam pemasangan atribut risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan kepatuhan perawat dalam pemasangan atribut risiko jatuh (gelang kuning, penanda segitiga, dan side rail) di Ruang Rawat Inap Shafa Rumah Sakit Islam Jakarta. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap Shafa sebanyak 69 orang, dengan sampel 49 perawat yang diambil melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner beban kerja, kuesioner kepatuhan, serta lembar observasi langsung, kemudian dianalisis secara statistik.Hasil: Analisis data menunjukkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,411 (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan tingkat kepatuhan perawat terhadap pemasangan atribut risiko jatuh di lokasi penelitian. Beban kerja bukan merupakan faktor penentu utama kepatuhan perawat di Ruang Rawat Inap Shafa. Kepatuhan lebih cenderung dipengaruhi oleh faktor internal dan budaya kerja. Rumah sakit disarankan untuk terus memperkuat internalisasi budaya keselamatan pasien sebagai nilai profesionalisme dan ibadah. Selain itu, optimalisasi peran perawat senior sebagai mentor sangat penting untuk menjamin keberlanjutan standar prosedur bagi perawat junior guna menjaga konsistensi pelayanan tanpa terpengaruh fluktuasi beban kerja.
References
Amelia, R. A., Puspita, H. I., Aril, A. R., Bahharuddin, S., & Aulia, Y. R. (2022). Hubungan beban kerja perawat dengan kejadian tidak diharapkan. Jurnal Keperawatan, 14, 499–512.
Fitria, D., Puspitasari, M., Murharyati, A., Safitri, W., (2022). Hubungan Beban Kerja dengan Implementasi Patient Safety : Risiko Jatuh Di Instalasi Gawat Darurat. Program Studi Keperawatan Program Sarjana Universitas Kusuma Husada Surakarta, 22. https://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/3793/1/Naskah Publikasi Dinnar Fitria MP.pdf
Handayani, & Pratama. (2024). Budaya Keselamatan Pasien dan Perilaku Kepatuhan Perawat. ECG.
Hidayat, A., et al. (2020). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Keselamatan Pasien pada Perawat di Rumah Sakit. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia
Hidayat, Susanto, & Rahmawati. (2021). Persepsi perawat tentang beban kerja dan implementasi patient safety di ruang rawat inap. Jurnal Keperawatan Klinis.
Kemenkes. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan No. 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Jakarta: Kemenkes RI
KemenkesRI. (2022). Laporan Nasional Insiden Keselamatan Pasien Tahun 2021-2022. Komite Nasional Keselamatan Pasien.
Kurniawan. (2020). Analisis Beban Kerja dan Kepatuhan Perawat terhadap Prosedur Keselamatan Pasien di Rumah Sakit. Jurnal Keperawatan Klinis
Lestari, Handayani, & Wijaya. (2023). Hubungan beban kerja fisik dengan kepatuhan pemasangan gelang risiko jatuh pada pasien lansia. Journal of Health Science and Nursing.
Marquis, B. L., & Huston, C. J. (2021). Leadership Roles and Management Functions in NuRumah Sakit Islamng: Theory and Application.
Mulyadi. (2025). Efektivitas Penggunaan Atribut Risiko Jatuh terhadap Penurunan Insiden Near Miss di Rumah Sakit Tipe B. Jurnal Keperawatan Klinis Dan Manajemen.
Nugroho. (2022). Kepatuhan perawat dalam identifikasi pasien risiko jatuh: Studi komparatif antara ruang intensif dan rawat inap. Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia.
Nursalam. (2020). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis Ed. 5. Jakarta: Salemba Medika.
Pratama, F. Y. (2021). Hubungan Beban Kerja dengan Pelaksanaan Pencegahan Risiko Jatuh.
Pratiwi, A., & Fitriyani, N. (2021). Budaya Kerja dan Kepatuhan SPO di Rumah Sakit Berbasis Agama. Jurnal Etika Keperawatan.
Putri, D., & Dahlia. (2021). Karakteristik Individu dan Kepatuhan Perawat dalam Melaksanakan Protokol Risiko Jatuh. Jurnal Kesehatan Medika Udayana.
Putri, & Rahayu. (2023). Analisis Beban Kerja dan Kepatuhan Perawat terhadap Prosedur Keselamatan Pasien di Rumah Sakit. Jurnal Keperawatan Klinis.
Rachmawati, A., Fifi, Budi, Martyarini, Sekar Siwi, A., P., (2021). Implementasi Pencegahan Risiko Jatuh pada Pasien di Ruang Intensive Care Unit (Icu) RST Wijayakusuma Purwokerto. Jurnal Ilmu Keperawatan Nasional, 1(1), 58–72.
Ramadhan, F. (2021). Efektivitas Sarana Proteksi Fisik terhadap Penurunan Kejadian Patient Fall. Jurnal Inovasi Kesehatan
Sari, P, & D. (2022). Correlation between Workload and Nurse Compliance in Implementing Fall Risk Assessment". International Journal of Nursing Studies,.
Setiawan, & Amin. (2024). Analisis Beban Kerja Mental terhadap Kepatuhan SOP Pencegahan Pasien Jatuh. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Susanti., et al. (2022). Analisis Hubungan Beban Kerja Mental dengan Kepatuhan Identifikasi Risiko Jatuh. Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia.
Suhaimah, S., Diel, M. M., & A, N. Y. (2024). Tingkat Kepatuhan Pelaksanaan Handover Perawat Antar Shift Dengan Metode Komunikasi Efektif Sbar Diruang Perawatan Utama 3 Rs. An-Nisa Kota Tangerang. Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan, 2, 140–145.
Suleman, R. N., et, al (2024). Metodologi Penelitan keperawatan (Hairil Akb). MEDIA SAINS INDONESIA (CV. MEDIA SAINS INDONESIA).
Susanti, et al. (2022). Analisis Hubungan Beban Kerja Mental dengan Kepatuhan Identifikasi Risiko Jatuh. Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia.
Swarjana. (2022). Konsep Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Uswah, afif, Abdurrouf, M., Wiji Puspita Sari, D., Ilmu Keperawatan, F., & Islam Sultan Agung Semarang, U. (2025). Hubungan Beban Kerja Perawat Dengan Pencegahan Risiko Jatuh Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kesehatan (JIKK, 2(1), 17–26. https://jurnal.naiwabestscience.my.id/index.php/jikk/
Utami. (2024). Optimalisasi dokumentasi dan pemasangan signage risiko jatuh melalui pendekatan action research. Jurnal Inovasi Keperawatan.
WHO. (2021). Step Safe: WHO Technical Package for Fall Prevention. Geneva: World Health Organization.
WHO. (2022). Global Patient Safety Action Plan 2021–2030: Towards Eliminating Avoidable Harm in Health Care. Geneva: WHO Press.
Widiawati. (2024). Factors influencing pediatric nurses’ compliance with risk of falls prevention standards. JNKI (Jurnal Ners Dan Kebidanan Indonesia).
Wijaya, & Utami. (2023). Identifikasi Visual Risiko Jatuh: Studi Kualitatif pada Perawat Rawat Inap. Majalah Keperawatan Indonesia.
Wulandari. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Perawat dalam Pemasangan Atribut Risiko Jatuh. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Wulandari, S. (2023). Tingkat Pendidikan dan Profesionalisme Perawat dalam Manajemen Risiko Keselamatan Pasien. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia.
Zheng, & Et.al. (2021). Impact of Nursing Workload on Patient Safety Outcomes in Acute Care: A Longitudinal Study. Journal of Patient Safety and Risk Management,
Zuliani, dkk. (2024). Kompetensi Klinis Perawat Baru vs Perawat Senior dalam Manajemen Risiko Jatuh. Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



















