HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DENGAN PELECEHAN SEKSUAL MELALUI SOSIAL MEDIA DI SMAN 48 JAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.0000/mz6tme18Keywords:
Pelecehan Seksual, Pengetahuan, Remaja, Sikap, Sosial MediaAbstract
Perkembangan sosial media di kalangan remaja membawa dampak positif sekaligus risiko, termasuk meningkatnya kasus pelecehan seksual online. Pengetahuan dan sikap remaja dianggap sebagai faktor kunci dalam mencegah dan merespons pelecehan seksual melalui sosial media. Namun, belum banyak penelitian yang mengkaji hubungan kedua faktor tersebut dengan kejadian pelecehan seksual di lingkungan sekolah menengah atas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja dengan pelecehan seksual melalui sosial media di SMAN 48 Jakarta. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif analitik. Sampel sebanyak 170 siswa kelas X dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang di analisis data chi-square. Hasil Penelitian ini adalah Sebanyak 152 responden (89,4%) melaporkan pernah mengalami pelecehan seksual melalui sosial media. Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (84,7%) dan sikap positif (85%). Penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan pelecehan seksual melalui sosial media (p-value = 0,001) dan antara sikap dengan pelecehan seksual melalui media sosial (p-value = 0,000).Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja dengan pelecehan seksual melalui sosial media di SMAN 48 Jakarta. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain di luar ranah kognitif dan afektif, seperti durasi penggunaan sosial media, tekanan teman sebaya, dan kompleksitas identifikasi bentuk pelecehan di dunia digital, mungkin memiliki pengaruh yang lebih kuat. Diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk edukasi literasi digital yang aplikatif dan penguatan sistem dukungan, untuk melindungi remaja dari risiko pelecehan seksual online.
References
Ardiansyah, F., Muqorona, M. W., Nurahma, F. Y., & Prasityo, M. D. (2023). Strategi penanganan pelecehan seksual di kalangan remaja: Tinjauan literatur. Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas, 7(2), 81-92. https://doi.org/10.53744/jkkc.v7i2.324
Desi, R. (2016). Peran literasi media dalam menghadapi risiko negatif media sosial pada remaja. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Informasi, 3(1), 45–52.
Devita, Y., Puswati, D., Nita, Y., & Alfianur, A. (2023). Edukasi pencegahan kekerasan seksual sejak dini pada anak dengan metode story telling. ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 41–46. https://doi.org/10.30812/adma.v4i1.3210
Huraerah, A. (2018). Kekerasan terhadap anak (Edisi IV). Nuansa Cendekia.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2024). Laporan tahunan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jakarta: KPPPA. https://kemenpppa.go.id/
Livingstone, S., Stoilova, M., & Nandagiri, R. (2020). Digital by default: Children’s capacity to understand and manage online data and privacy. Media and Communication, 8(4), 197–207.https://doi.org/10.17645/mac.v8i4.3407
Minarsih, E. (2018). Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri dengan pelecehan seksual pada siswi kelas XI SMA N 8 Aceh Barat Daya Kabupaten Aceh Barat Daya tahun 2018 [Tesis]. Universitas Syiah Kuala.
Nurasih, A., Wijaya, R., & Hidayat, S. (2023).
Pengaruh penggunaan media sosial terhadap perilaku remaja di era digital. Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media, 8(2), 145–156.
Nurasih, S., Rahayu, S., & Sari, D. P. (2023). Hambatan budaya dalam pendidikan seksualitas pada remaja di Indonesia. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 14(2), 112–125.
Putri, D. L. (2022). Pengetahuan dan sikap remaja berhubungan dengan pelecehan seksual di SMK X Kab. Bogor tahun 2022. Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 1(11), 427–431. https://doi.org/10.53801/oajjhs.v1i11.145
Rosyidah, F. N., & Rachim, H. A. (2022). Social media trap: Remaja dan kekerasan berbasis gender online. Jurnal Komunikasi, 14(2), 145-160. https://doi.org/10.24912/jk.v14i2.1895
Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR). (2022). Laporan hasil survei. Badan Pusat Statistik & Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. https://www.bps.go.id/
Swarjana, I. K. (2024). *Konsep pengetahuan, sikap, persepsi, stress, kecemasan, nyeri, dukungan sosial, kepatuhan, motivasi, dan kepuasan pandemi Covid-19 akses layanan kesehatan*. Deepublish.
UNICEF. (2023). Perlindungan anak dari kekerasan dan eksploitasi di dunia Maya. https://www.unicef.org/indonesia/id/laporan/perlindungan-anak-dari-kekerasan-dan-eksploitasi-di-dunia-maya
Valkenburg, P. M., & Peter, J. (2013). The differential susceptibility to media effects model. Journal of Communication, 63(2), 221–243.
https://doi.org/10.1111/jcom.12024
World Health Organization (WHO). (2023). Global status report on preventing violence against children. WHO Press. https://www.who.int/
Yuliani, E., Nurmagandi, B., Irfan, I., Anggraini Adhisty, W., Muzdalia, I., & Handayani, N. (2023). Hubungan pengetahuan dan sikap orang tua dengan pencegahan kekerasan seksual pada anak. Bina Generasi: Jurnal Kesehatan, 15(1), 12–17. https://doi.org/10.53800/bigen.v15i1.245
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



















